Protected: Mr. ******

March 20, 2009

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Lodayaku Melaju!!

January 11, 2009
Tepat di awal tahun 2009, diatas kereta Lodaya pagi, ditemani mbah Joyo (ketik reg spasi Joyo), dengan memanfaatkan opera mini dan sinyal gprs tiga strip, aku mulai mempermainkan kedua jempolku untuk mengetik tulisan ini. Sekedar penghilang rasa kantuk, setelah semalam begadang bersama beberapa teman.

Pemandangan dari kaca kereta terlihat sangat indah, membuatku ingin mencoba mengabadikannya. Berbekal kamera saku, kubuka pintu kereta yang terkunci, tangan kiri memegang gagang pintu, tangan kanan memegang kamera. Asal jepret, dengan hasil yang alakadarnya, hanya ingin mencoba mengabadikan salah satu kebesaran Allah Swt. Sungguh indah apa yang telah dilukiskan-Nya pada alam Indonesia ini.

Meski kantuk datang menyerang, nampaknya aku akan tetap terjaga. Pemandangan di luar sana seakan menghipnotisku untuk tetap berada di alam sadarku. Kesempatan langka yang sayang untuk dilewatkan.

Melajulah Lodayaku!!

Selamat Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Masehi. Tahun baru, semangat baru, harapan baru.

*diketik saat melewati wilayah garut dan tasik. Gambar menyusul, saat saya sudah menjejakkan kaki di Yogyakarta

** repost from my multiply

Ujian Zaman Sekarang

January 11, 2009
Semalam, tepat pukul 20.00 waktu Indonesia bagian Bandung, penderitaan “ujian” selama dua minggu berakhir juga. Ujian yang membuat liburanku selama 5 hari menjadi kacau balau, tadinya ingin pulang kampung sekalian jalan-jalan akhirnya malah ngendon di kosan untuk belajar (hah belajar? kayaknya nggak mungkin deh, hyahaha).

Sebenarnya ujian di kampusku yang “ini” masih jauh lebih mudah dibandingkan dengan ujian di kampus saya yang dulu (jauuuuuuuuuh). Peluang untuk kerjasama, belajar pas ujian, bahkan berkonsultasi (hehe istilahnya itu lho) dengan teman sebelah cukup mudah untuk dilakukan. Apalagi peserta ujian di sebelah kanan dan kiri saya (malah kayak cerdas cermat)  -bahkan dua baris- selalu orang yang sama dan kebetulan kenal semua (ya iyalah, udah sekantor, daftarnya bareng pula, makanya NRPnya -cieee NRP, kayak mahasiswa aja- berurutan hehe).

Kemampuan otak yang lama menganggur (contohnya saya : malam sebelum ujian materi sudah bisa / hafal, tapi setelah kerja seharian semua yang sudah ada di otak langsung hilang, padahal ujian tinggal beberapa jam lagi, hwaaaa payah)  dan terbukanya peluang-peluang tadi, membuat kami semakin kreatif dalam mempersiapkan amunisi untuk ujian, entah itu cara konvensional, maupun dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Berikut ini beberapa amunisi yang kami gunakan dan tips-tips tambahan :

1. Cara Canggih
Memanfaatkan kecanggihan HP dan menggunakan scaner. Fitur yang kami manfaatkan : pembuka pdf, kamera, sms dan tentunya bluetooth!!

* Pdf
Untuk membukan catatan kuliah yang sudah diketik ulang, yah terpaksa harus ada yang berkorban untuk mengetik ulang (biasanya sih aku -katanya karena kemampuan ngetiknya paling mumpuni- hiks hiks), aplikasi pembuka pdf bisa juga digunakan untuk membuka hasil scan.

Kelemahan : tidak semua HP support pdf, terutama yang belum ber-operating system.

* Kamera
Untuk memotret catatan kuliah bila tidak sempat discan, diketik ulang atau bila materi kuliah berupa grafik/gambar. Mas B biasanya yang melakukan pekerjaan nista ini (haha) soalnya kamera hape beliau yang paling besar megapixelnya. Kamera juga bisa digunakan untuk menjepret jawaban pada saat ujian.

Kelemahan : tidak semua jepretan hasilnya bagus. Kadang blur, tidak jelas, terpaksa zoom berkali-kali sampai ngedeketin HP ke mata.

Dan ingat, kita tetap harus fokus dengan jepretan kita :
A : “Eh, jepretin dong.”
B : “Ok, tunggu bentar”
B lalu njepret, dan mengirim via bluetooth
A : “Loh, ini foto si Dina tampak belakang kan?”
B : “Eh, maaf.”
B jadi malu, ketahuan salah jepret. Grogi karena yang duduk di depannya adalah si Dina, cewek idolanya.

* Sms
Sederhana tapi berguna. Tinggal ketik, sms ke anak-anak “wooy jawaban no 2 apaan? jepretin pake kamera, bluetooth sudah aktif nih”

Kelemahan : tidak berfungsi bila pulsa habis, atau baterai hape habis (ya iyalah).

A : “Hmm cek pulsa dulu”, ternyata tinggal 1010. “Ah masih bisa beberapa SMS”
Ketika sedang mengetik sms ke B, mau tanya jawaban ujian, tiba-tiba ada SMS masuk.
A :  “Wah dari 3939.”
Ternyata sms premium dari mbah Manjur yang isinya “Kamu nggak cocok kerja di kelas, cocoknya kerja di air.”
A : Menangis dalam hati, entah karena tahu dia nggak cocok kerja kelas, atau karena nggak bisa sms si B (pulsa langsung kesedot sama mbah manjur haha)

* Bluetooth
Media pengiriman paling efektif untuk mengirim file pdf, hasil jepretan, tapi hati-hati salah kirim ke pengawasnya, dan harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan teman-teman kita.

Kelemahan : Jaraknya jangan terlalu jauh, jangan sampai salah kirim, dan hati-hati virus.

Akibat kurang koordinasi :
A : “B, kirimin dong, biasa…”
B : “Ok.”
Beberapa saat kemudian
A : “Woy, ini mah 3gp, maksud gw jawaban ujian.”
B : “Lah, tadi kan bilangnya : biasaa..”

2.Cara Konvensional

* Belajar pas ujian
Kata kerennya sih mencontek. Diperlukan keahlian khusus untuk menggunakan metode ini, yaitu “kelihaian tangan”. Kang A biasanya menggunakan cara ini, katanya “buat jaga-jaga bila keadaan darurat”. Biasanya beliau sudah memfotocopy materi kuliah untuk diperkecil. Contohnya seperti ini :
sudah diperkecil sedemikian rupa, bahkan ada yang lebih kecil. Oh iya, materi kuliah yang sudah diperkecil ini terkadang sudah ada di fotocopian kampus (dijual terpisah) , jadi tidak perlu repot-repot lagi.

Kelemahan : agak ribet juga sih, tetap disarankan untuk membaca terlebih dahulu agar proses buka-membukanya bisa lebih cepat. Tidak disarankan bagi anda yang tidak siap mental, kurang lihai dan mempunyai kebiasaan keluar keringat dingin.

Berdasarkan pengamatan pribadi (ujian kok masih sempat-sempatnya mengamati orang lain) cara ini banyak digunakan oleh teman-teman lain selain kelompok kami. Ada yang diselipkan di tempat pensil, tas kecil, saku dan dibawah lembar jawaban.

Tapi jangan lupa untuk tetap konsentrasi dan menyiapkan bahan contekan terlebih dahulu :
A : “Ssst, pinjem contekan lu dong.”
B : “Kenapa?”
A : “Sial, gw salah bawa contekan, ini malah bawa daftar belanjaan nyokap gw.”
B : “Hakakak.”

* Konsultasi pas ujian
Cara paling mudah dan sederhana, memanfaatkan panca indera kita, terutama mata, telinga dan mulut. Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, pastinya sudah tahu semua.

Kelemahan : tidak disarankan bila anda latah (apalagi kalau latah jorok, bisa mengundang perhatian pengawas). Diperlukan pengalaman dan keahlian khusus untuk bisa memanfaatkan cara ini dengan efektif dan efisien.

Jangan lupa, anda tetap harus fokus pada soal, jangan sampai seperti ini :
A : “Sst, jawaban nomor 6 dong, gw belum nih.”
B ; “Busyet, soalnya kan cuma sampai nomor 5.”
A : “Eh” saking semangatnya pengen ngerjain soal.

Itulah beberapa metode yang sering digunakan . Saya tidak menyarankan untuk mencontek lho ya, saya hanya menggambarkan beberapa gaya mencontek zaman sekarang (berdasarkan pengalaman, tapi bukan pengalaman saya lho ya). Sekali lagi, saya tetap menganjurkan untuk belajar (yang menganjurkan malah nggak pernah belajar).

* isi diluar tanggung jawab penulis, 

** jangan bilangin ke para pengawas ya, ampuuuuuun hakakakak
*** repost from my multiply

Sunset Policy, Bukan Ketangkap Polisi

December 18, 2008

Kejadian beberapa hari yang lalu, telepon dari WP (Ibu-ibu, kebetulan aku yang nerima, begini ceritanya :

Ibu yang di ujung telepon      : Selamat siang Pak, dengan seksi pelayanan?

Aku yang di pangkal telepon : Selamat siang Bu, betul dengan seksi pelayanan, ada yang bisa dibantu? (dengan gaya yang diramah-ramahin)

Ibu yang di ujung telepon      : Ini Pak, mau nanyain SKB PT X sudah jadi apa belum ya?

Aku yang di pangkal telepon : Saya cek dulu ya Bu.

beberapa saat kemudian, setelah mencari berkas dan jumpalitan nggak karuan, ternyata berkasnya memang belum ada.

Aku yang di pangkal telepon : Maaf Ibu, kebetulan belum ada.

Ibu yang di ujung telepon      : O, kok belum jadi ya Pak, sudah agak lama lho.

Aku yang di pangkal telepon : Hm, begini Bu, kebetulan Kepala Kantor dan para AR sedang sosialisasi Sunset Policy di luar kantor, jadi mungkin masih sibuk mengurus sosialiasi.

Ibu yang di ujung telepon      : Hah, Kepala Kantornya ketangkap polisi?

Aku yang di pangkal telepon : Sunset Policy Bu, bukan ketangkap Polisi.

Ibu yang di ujung telepon      : Eh, maaf pak salah denger, hehe, terimakasih Pak.

Aku yang di pangkal telepon : Sama-sama.

Habis itu, langsung ngakak-ngakak nggak karuan, entah yang salah siapa. Apakah si Ibu yang memang salah dengar, atau saya yang mengucapkannya salah (maklum lidah jawa je).

*diambil dari kejadian nyata, diposting saat saya diharuskan masuk kantor di hari sabtu


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.